Tuesday, November 7, 2017

2018 Honda CB 125

2018 Honda CB 125
Honda membawa kejutan pada Gelaran pameran motor akbar  Eicma  di Milan - Italia  . Kali ini Honda mengelar 3 model motor bergenre Naked namun memiliki kesamaan DNA pada ketiganya. Motor = motor tersebut adalah 2018  Honda CB 125 ,  2018 Honda  CB 300 dan 2018  Honda CB1000

Tulisan kali ini hanya menyorot  2018 Honda CB  125, karena dari sisi regulasi hari ini di Indonesia dan kesiapan produksi  , kiranya hanya modeli ini yang feasible di jual di Indonesia. Motor ini bertampang retro , minimalis namun   maskulin . 

Rangka trellis , Shock depan mono 41 mm  garpu upside down, rem cakram di kedua roda, knalpot kolong dan lampo bulat yang sudah LED. Mesin berpendingin air dan sudah injeksi.  Ngak ada keterangan soal harga atau peluncurannya , namun motor ini  kelihatannya akan diluncurkan Honda untuk membendung kesuksesan Yamaha melepas seri MT / FZ .

Kelanjutannya di Indonesia sangat mungkin, mengingat pasar Honda yang begitu besar.  Akan sangat menarik bila motor ini melatai di Indonesia, barangkali bisa jadi trendsetter merek lain di kelasnya. sumber CW.




Wednesday, October 25, 2017

Retro Sport 2018 Kawasaki Z900RS

Kawasaki Jepang  akhir minggu kemarin melepas Motor gene  Sport  yang bernuansa Retro - 2018 Kawasaki Z900RS. Motor yang bergaya jadul ini bermesin segais 4 silinder . Berpendingin air dan sudah injeksi.

Yang menarik sekalipun bernuansa jadul, motor ini sudah mengunakan ABS pada sisitem pengereman, Upside down fork dan LED  headlight yang modern. Nuansa jadul sangar berasa pada tanki bensin dan cover lampu rem belakang.

Mungkin Kawasaki menangkap gejala kebosanan publik  motor - motor menengah  yang jengah akan wajah - wajah motor kekinian yang mirip robot bumble bee  , serba lancip  dan  modern . Kawasaki kali ini menampilkan suatu gaya yang bersahaja, simple namun powerfull. Baru ada 2 warna .Marah dan hijau.

Barangkali bisa jadi masukan buat Kawasaki Indonesia menghadirkan Retro yang lebih kejangkau. Kawasaki Estrella memang mewakili kubu retro , namun dari segi harga sepertinya  masih menjadi angam- angan sebahagian  kalangan.


Salah satunya cara yakni menghidupkan kembali Binter / Kawasaki Merzy yang tentunya  telah disesuaikan dengan situasi kekinian . Misalnya Injeksi yang sudah suatu keharusan ,velg racing   dan disk brake depan belakang. Ngak soal satu silinder atau dua  yang penting Bangkit Kembali. Kalo dibangkitkan lagi - indent satu - buat Nostalgia. : )

Sunday, October 15, 2017

2018 Honda CRF150 Hadir Resmi

Kabar gembira buat para trabaser, anventurer dan special engine wanna be yang ngefans berat dengan merek Honda, bahwa bulan Depan - November 2017 - sesuai pernyataan petinggi Astra Honda Motor Indonesia  sudah bisa menikmati kehadiran 2018 Honda CRF150 .
2018 Honda CRF 150  - Otomotif

Harga perkiraan sekitar 28- 33 jeti , harga yang akan ditawarkan tentu tidak akan berbeda banyak dengan King kelas ini yakni Kawasaki KLX 150 . Memang belum jelas spesifikasi resmi dari motor yang akan diusung AHM ini, namunn dari apa yang dipamerkan dan kabar yang beredar, motor ini akan bermesin 4 tak berpendingin udara , disk brake depan belakang , monoshock di belakang dan kemungkinan garpu upside down di depan. Kabarnya akan ada dua versi, versi dual purpose ( dengan lampu depan, lampu signal , lampu rem  dan kaca spion  serta versi motorcross). Kabar aslinya  tentu masih nunggu peluncuran motor ini.

Kalo yang nggak bisa nunggu silahkan mampir ke dealer Honda untuk melakukan pemesanan. Buat pasar motor adventure sendiri , hadirnya Honda CRF ini tentu akan membangun persaingan yang sehat diantara produsen untuk menghadirkan produk- produk terbaik mereka, dan bagus buat konsumen  dimana akan lebih banyajk pilihan. Sukses buat Honda Motor Indonesia

Sunday, September 24, 2017

2018 Yamaha YZ125 - the one and only

2018 Yamaha YZ125 - Yamaha America

Yamaha Di Amerika merilis 2018 Yamaha YZ 125  yang bermesin dua tak alias masih pake oli samping. Motor 2 tak Yamaha ini banyak dipakai dalam kegiatan balap motorcross ataupun supercross yang di gelar di staion-stadion besar  di daratan Amerika.

Versi 2018 ini bisa dikatakan Race Ready sejak dari cratenya. Stang kemudi dibikin dari alumunium , Clamp handle bar yang memiliki setelan 2 posisi, pijakan kaki yang lebih lebar , gripper seat dan adjustable clutch lever   with works style cable adjuster.

2018 Yamaha YZ125 - Yamaha America
Diameter disk rem diperbesar menjadi 270 mm, Advance aluminium  frame, subframe dan swingarm yang lebih rigid dan lebih ringan, Speed sensitve 48mm Upside down front fork , Shock belakang fullyadjustable yang mengunakan  Kashima Coat untuk mengurangi friksi metal dan Race Ready ban dari Dunlop MX52  dengan konfigurasi 80/100/21  depan dan 100/90/19 belakang.

Bermesin 125 cc 2 tak, masih karburator - Mikuni TMX38 , kompresi 10.7: 1 , pengapian CDI  dan 6 speed multiple wet clutch. Motor ini   mengunakan radiator pendingin yang lebih besar (10 row core and 4 Louvers) untuk pendinginan yang maksimal,  selain itu mesin YZ125 ini  mengunakan teknologi Yamaha Power Valve System  atau YPVS yang sanggup  mengkombinasikan akselerasi putaran bawah yang kuat , putaran menegah yang mumpuni dan putaran atas yang liar.

Motor ini di bandrol $6499.00 di amrik  dan hanya digaransi 30 hari sebagaimana layaknya motor-motor keperluan balap. Mestinya di Indonesia harganya bisa lebih murah minimal sama karena jarak  dan ccnya kecil. Pas buat Special Engine Mania, Kompetitif trabaser dan Motorcross Racer Tanah Air. Salam Racing.

Saturday, September 9, 2017

Modifikasi Yamaha Xabre ala K Speed

K speed - Pipeburn
Yamaha Xabre atau di kawasan Asean dikenal dengan Yamaha M - Slaz . kali ini  pemodifikator kenamaan Thailand  mengopreknya hingga berwujud ekstrem . K speed menjuluki  tunggangannya Monkey - Slaz Tracker.

Motor yang bermesin serupa dengan Vixion  ini hampir bisa dikatakan  berubah total dari tampang aslinya. Sub frame belakang  di potong ,  kaki - kaki diberi ban gambot ala trekker uk 140-80-17  dari Vee Rubber di kedua roda.  Sektor mesin juga kena sentuhan custon terutama pada Magneto  Cover dan Clucth cover.


Pengunaan lampu bulat LED seakan menjadi paket dengan di modifnya Sayap tanki bensin. Tidak hanya itu Stang juga di ganti dan yang menarik mengunakan lampu signal belok yang menyatu dengan grip. Demikian juga paduan  kelir yang kontras  dan pengunaan knalpot modif model kolong yang simple.

Kesan sangar dan kekar nampak lebih jelas ketimbang  aslinya, wajar ketika rasa seni dan dana menemukan keseimbangannya Nothing Impossible. Pipeburn.

Friday, September 8, 2017

TVS - Sherco dan 2017 RTR450

Kolaborasi Sherco dan TVS di ajang Rally Akbar Dakar sudah berlangsung sejak 2015, Di Ajang
 Rally Dakar tahun 2017 ini  Sherco - TVS menururunkan 3 pembalap dengan Motor RTR450. Motor ini di situs resmi TVS - India dikatakan  adalah hasil kolaborasi dengan Sherco  Lumayan juga di ajang 2017 ini RTR 450 finish diurutan 13 dan 22 .

Nampaknya TVS - India sedang membangun reputasi global dengan secara serius mengikuti lomba- lomba bersekala internasional. Pengalaman yang minim di dunia motor adventure dan motorcross dijembatani dengan kolaborasi dengan Sherco.

Sherco sendiri baru beroperasi 1998  dan punya dua pabrik . Satu di Caldes de Montbui - Spanyol dan Nimes - Prancis. Sherco ini dari awal berdirinya hanya fokus membangun motor trail , enduro dan motorcross.

2018 Sherco 125 SE_R
TVS adalah salah satu penghasil sepeda motor terbesar di dunia. Pabriknya ada diberbagai belahan dunia termmasuk di Indonesia,  Pernah mengambil alih Eric Buell Racing dan berpartisipasi di World Superbike, namun bubar belakangan ,  Kalo melihat posisi TVS dan Sherco , bukan suatu yang hal mustahil Sherco menjadi penasehat TVS membangun motor - motor offroad.

Tinggal TVS menunjukan  keberaniannya . Sudah beberapa tahun yang lalu TVS mengumbar motor offroadnya di ajang pameran mobil - motor di India, partisipasi di Rally Dakar, terus nunggu apa lagi...... Kalo lihat agresifnya TVS memasarkan TVS Apache RTR200, barangkali bila segera diluncurkan seri Offroad TVS  berbasis mesin RTR 200 dengan chassis Sherco 125 SE-R, tentu akan menjadi suatu produk yang fenomenal. Pengalaman Sherco di offroad dan pengalaman TVS di mass production.

Kenapa jauh lebuh baik berkolaborasi, kembali tadi soal reputasi dann pengalaman , Kolaborasi TVS dan BMW sudah terbukti sukses dengan Akula 310 dan BMW GS310  . Sekedar opini, kalo  chassis Sherco 125  di padu mesin RTR 200 dan dirakit di Asia - Indonesia , barangkalibisa menjadi killer  the big 4 di kelas adventure ringan.

Wednesday, September 6, 2017

Trail Yamaha XTZ 125 & Serow 250 mendarat di Manila

Perkembangan dunia adventure , trabaser dan special engine wanna be di seputar Asean rupanya marak juga. Philipina negaranya Mr Duterte rupanya menjadi ajang Yamaha mendaratkan Trail 125 cc dan 250cc  nya yang di kenal 2107 Yamaha XTZ 125 dan Yamaha Serow 250cc

Secara kasat mata  penampilan 2017 Yamaha XTZ 125  terlalu generik. Motor ini di bandrol  kurang lebih 22 juta kalo di kurs Rupiah. Seperti biasa mesinnya masih berpendingin udara,  garpu teleskopik , mono di belakang , ban 21-18.  Yang prihatin rem belakang masih tromol   , barangkali ini yang bikin penampilannya jadi generik. Namun hal yang menarik adalah keberanian Yamaha Philipina bawa motor ini masuk ke pasar. Sebagai pengetahuan aja Pasar motor Indonesia 10x kebih besar dari pasar Philipina.

2017 Yamaha Serow 250cc  penampilan standarnya 11-sama  XTZ , ban 21-19 , mesin  masih berpendingin udara ,  garpu teleskopik dan mono di belakang. Rem udah cakram. Harga nya dipilipina nembus 52 juta kalo kurs Rupiah.  Kalo soal tampilan  kayanya Serow ini akan mendapat perhatian dari Yamaha, karena baru-naru ini majalah Young Machine dari jepang membocorkan tampilan Yamaha Serow terbaru.

Kalo kapan masuk Indonesia, kayanya masih nunggu reformasi di Yamaha Indonesia.  Minimal mudah-mudahan ATPM ngerti selera para Adventurer, Trabaser dan Special Engine wanna be Indonesia seperti apa. Salam Satu Jalur.

Monday, September 4, 2017

2018 Honda CRF 150 dan 2018 Yamaha WR 150

Momentum maraknya semangat satu jalur dari pada motorist yang ngefans berat sama advantures dan setelah bertahun - tahun hanya menjadi penonton keperkasaan Kawasaki KLX150 di arena , akhirnya Honda Indonesia bersiap mengadu peruntungan  melaunch 2018 Honda CRF 150.

Keberadaan motor Honda CRF 150 di ajang 2017  Pameran Mobil dan Motor di kemayoran  dan pernyataan -pernyataan petinggi AHM di media seolah menjadi penanda bahwa Honda akan bermain di kelas Adventures 150 CC yang selama ini dikuasai Kawasaki dengan KLX150nya.

Ini adalah berita yang bagus buat para pengemar dan calon pengemar motor adventures. Kelas 150 cc ini adalah kelas yang paling masuk akal dari segi volume, teknologi dan keterjangkauan . Honda tentu siap sekali dengan mesin 150 cc nya , baik berpendingin udara (seperti Honda Versa) atau berpendingin air ( Honda CB150 R). Sedikit saran , ada baiknya Honda Indonesia menpertimbangkan kekinian , misalnya Garpu depan teleskopik sepertinya mulai usang. Kawasaki telah merilis KLX150 special edition yang mengunakan garpu Up Side Down.



Dari segi mesin ada baiknya mengunakan mesin berpendingin air dan berteknologi injeksi seperti yang digunakan pada Honda CB150R. Disamping kemudahan parts juga effisensi produksi. Kemudian ada baiknya ban mengunakan ukuran 21/18 atau 21/19 , Ukuran ban ini sepertinya menjadi wajib di kalangan adventurer, Special engine wannabe atau trabaser.  Kalo soal rangka mau trellis, besi siku , hollow apa almunium silahkan, karena nama besar Honda jadi jaminan.

Kembali ke Judul kalo honda bersiap gimana Yamaha Indonesia, sekali lagi jangan tutup mata, Persaingan sudah di depan mata. Ingat R25 yang melempem sejak hadir nya Honda CBR250 double silinder dan upgradenya si Ninin, Pasar akan selalu berkembang baik volume maupun segmen  apabila hadir produk produk yang memang diperlukan.  Memang saat ini pasar skutik adalah terbesar, namun apabila melihat geografis Indonesia , Motor bergenre trail inilah  yang lebih diperlukan.

Yamaha punya kartu as yang segera bisa direalisasikan, Di Dunia Yamaha memiliki  motor adventure Yamaha WR 125 yang memiliki reputasi baik, tinggal bagaimana membawnya ke Indonesia dengan beberapa penyesuaian terutama dari segi mesin. Bukan artinya mesin WR125  kurang mumpuni , namun melihat kehebatan penjualan Vixion150cc berpendingin air ada baiknya mesin 150cc ini yang di pakai Yamaha Indonesia.  Efisien dari segi produksi , kemudahan perawatan dan paling penting keterjangkauan.

Sang Jawara Kawasaki KLX150 ada baiknya juga memperbaharui mesin lawas menjadi 150 cc berpendingin air , supaya tetap bisa di jalur yang benar dan tetap  tayang di dunia kekinian. Mudah- mudahan 2018 Honda CRF 150  dan  2018 Yamaha WR150 segera hadir di pasar Indonesia , biar pasar adventure, spesial engine wanna be, trabaser berkembang dan  Salam Satu jalur.

Thursday, August 31, 2017

Kendaraan Listrik dan Indonesia

Beberapa minggu ini berita-berita mengenai kendaraan listrik menghiasi koran-koran nyata dan dunia maya,  banyak debat mengenai insentif  pajak, model, mobil atau motor duluan  dan lain lain. Membuat Kendaraan listik baik motor maupun mobil bukan sekadar kemampuat merakit dari komponen yang sudah ada dipasaran , kemudian di beri bodi atau cangkang keren terus  berharap laku dipasar.

Insan -Insan kendaraan listrik ini barangkali perlu melihat apa yang sudah ada dicapai dalam dunia kendaraan listrik di dunia. Kita jangan terpaku pada  segi keterjangkauan semata tetapi juga harus memperhatikan segi keselamatan, kelaikan jalan, model , fungsionalitas, dan metoda produksi.

Kontes-kontes pembuatan kendaraan listrik oleh unversitas-universitas barangkali bisa menjadi riset tentang apa yang mesti dikembangkan kemudian. Sebelum membangun suatu kendaraan listrik untuk rakyat sebaiknya Pemerintah  harus mengkaji moda apa yang sebetulnya diperlukan di masa sepuluh atau dua puluh tahun kemudian bukan hanya untuk kebanggaan saja.

Melihat semakin sempitnya  lahan , pembatasan sepeda motor , Menipisnya cadangan minyak , retribusi parkir , polusi dan hal hal lain , barangkali Indonesia cocok untuk mengembangkan kendaraan umum massal  berbasis Listrik .  Kendaraan umum massal ini berbentuk BUS yang bertenaga listrik. Bus ini bisa berukuran 3/4 atau bus besar, bus gandeng  atau double decker

Kenapa Bus, Harus di akui Industri Bus Indonesia sangat potensial. Kemampuan rancang bangun bus oleh putra-putra indonesia bisa di acungi jempol, Dari Transjakarta, hingga bus double decker yang belakangan merajai jalanan pantura.

Pengembangan bus Listrik  barangkali paling efisien baik biaya maupun pasar.  Dengan Industri Bus dan para pemasoknya yang sudah mapan, Pengembangan Bus Listrik hanya fokus pada Chassis  , motor pengerak dan penempatan  baterai.  Dan Pasar untuk kendaraan bus ini sangat jelas yakni Angkutan umum perkotaan yang ramah lingkungan dan berdaya angkut besar.

Untuk apa menghabiskan enerji nasional untuk sesuatu yang kurang diminati pasar. Membangun mobil sport bertenaga listrik sekelas Ferrari, atau sepeda motor listrik sekaliber produsen Zero  barangkali bukan mimpi yang tepat bagi Indonesia.

Membangun pesawat N235 dan N219 , Indonesia punya kemampuan yang diakui di dunia. Panser Anoa diminati banyak negara, Rasa-rasanya membangun Bus bertenaga listrik bukan mimpi disiang bolong, Akan banyak manfaat dari kehadiran Bus Listrik ini, mulai dari membaiknya polusi dikota-kota besar, semakin mandirinya Industri Bus Indonesia dan satu lagi , kita tunjukan kepada dunia bahwa kita membangun kendaraan , buka sekadar mampu merakit mobil atau sepeda motor yang malah membuat jalan semakin macet.


Tuesday, August 29, 2017

Dorna ,Angin Surga dan Kemandirian

Cape juga ngikutin sepak terjang Dorna yang beberapa kali meninjau kesiapan Indonesia untuk mengelar Moto Grand Prix 2018  di  Sirkuit Jakabaring - Palembang -Indonesia. Dari beberapa sumber hari ini Dorna menetapkan sirkuit Chang di Thailand  jadi salah satu sirkuit si Asia yang mengelar seri Moto GP di tahun 2018 dan mencoret Sirkuit Jakabaring.

Terlepas dari bagaimana panitya di Indonesia mempresentasikan atau upaya - upaya  yang telah dilakukan , kegagalan Jakabaring menjadi penyelengara motoGP di tahun 2018 patut menjadi tonggak kesadaran seluruh insan otomotif tanah air.

Pasar sepeda motor di Indonesia adalah yang terbesar dari segi Volume sekalipun pasar  Sepeda motor Thailand dan Malaysia digabung . Bibit bibit pembalap Indonesia juga sangat banyak. Gairah antusiasme penonton juga ngak kurang pada setiap lomba - lomba sepeda motor di tanah air.  Terus apa yang kurang?

Disinilah peran pemerintah dibutuhkan, ketimbang ngemis-ngemis mengelar putaran GP, ada baiknya pemerintah , pabrikan sepeda motor dan insan -insan otomotif tanah air membangun seri balap motor Nasional yang berkelas dan kompetitif  dan terbuka di tanah air. Tebuka disini maksudnya setiap seri kejuaraan Nasional yang digelar boleh di Ikuti pembalap asing yang ingin berpartisipasi. Hal ini penting bagi pembalap Lokal untuk mengasah kemampuan dan mengukur diri.

Langkah - langkah dilakukan misalnya membangun lebih banyak sirkuit di berbagai provinsi di tanah air.  Kalo sulit  lahan , barangkali  lomba di jalan raya seperti Isle of Man / Pikes Peak  bisa menjadi pilihan. Membangun suatu sistem rating nasional dari para pembalap yang terlibat, membangun kemudahan dan insentif  bagi para tim atau individu yang ingin terlibat disetiap seri kejuaraan. Membuat kelas- kelas yang masuk akal berdasarkan produksi Sepeda motor di tanah air dan juga melihat perkembangan di Luar Negeri. ( Jangan lagi mengelar kelas  bebek atau skutik ),

Kita ngak perlu lagi  berkiblat pada Dorna , kita perlu mandiri dan harga diri. Indonesia begitu potensial dan punya kemampuan dan mampu menarik bakat-bakat dari seantero dunia. Contoh kompetisi sepak bola yang makin berkembang di Era presiden Jokowi , Seri balap mobil Nascar di Amerika yang hanya ada di Amerika namun diikuti  merek - merek jepang  ikut seperti Honda dan Toyota ( pasar mobil di Amerika adalah pasar mobil terbesar untuk Honda dan Toyota), Kejuaraan  balap motor Isle of Man di Inggris yang digelar di jalan raya yang jauh dari segi safety,

So tunggu apa lagi , momentum ada, pabrikan banyak , pembalap bejibun,  Well ?