Thursday, April 25, 2013

India....The next Tycoon



Bajaj Pulsar 200  masuk ke Indonesia lewat jaringan Kawasaki
 Para petinggi negara India begitu paham menjembatani dambaan  publik akan Merek-Merek terkenal dalam industri motor dunia dengan harga lokal, Support pemerintah terhadap Merek Lokal, Kesanggupan Merek Lokal merambah dunia dan yang paling penting pembukaan lapangan kerja . Ini yang kita sebagai bangsa mesti belajar.


Mahindra
 Bukan berita lagi bahwa Harley Davidson memproduksi motornya di pabrik  Bawal - Haryana - India. Model yang dibangun di India yakni Fatboy (Rs 14,9), Fatboy Special (Rs 15,6) dan Heritage Softail Classic (Rs. 16.25). lengkapnya di http://www.thehindu.com/business/Industry/harley-to-assemble-3-models-in-india-price-slashed/article4475376.ece. Sengaja ngak di kurs Rupiah , bisa bikin ngiler.....dan katanya HD lagi mempertimbangkan kelas 400-500 cc untuk segera produksi di sana


autoevolution
 Kolaborasi Bajaj sama KTM yang punya pabrik di Chakan dekat Pune - India udah menghasilkan KTM Duke 125. 200 dan 390. dan santer berita bahwa strategi KTM memperluas pasar kelas entrinya , mereka akan bikin versi faring dari duke , yakni RC 125, RC 200 dan RC 390 di India. Kalo harga mah cek aja sama mbah Goggle , soalnya tapi soal harga bisa nangis bombay kalo di bandingin.



Hyosung, merek Korea yang kiprahnya di Indonesia dengan  RX 125 - Dual purpose, Karion 125 , sempet dipegang Bosowa grup terus sekarang PT Honley Indonesia. Di India Hyosung kerjasama dengan DSK. Dsk Hyosung ini merakit kelas 250cc, 650cc dan sekarang mereka mengincar kelas 125-150 cc di 2 pabriknya  di Wai dan Mahasastra.
http://www.zigwheels.com/news-features/news/dskhyosung-considering-125cc150cc-bikes-for-india/16209/

Dsk- Hyosung



TVS teken kerjasama dengan BMW Motoradd. TVS adalah Pabrik motor terbesar ke 2 di India, Mereka juga punya pabrik di Indonesia. Langkah BMW berkerjasama dengan TVS adalah usaha mereka masuk Kelas menengah bahkan  mungkin kelas entri yang begitu mengiurkan (Jutaan unit - Lokal dan Ekspor), dan buat TVS sendiri kerjasama ini merupakan pengakuan akan mutu , pengembangan model dan kemampuan mereka merambah pasar.

Piaggio  dengan Vespanya  membangun pabrik di Baramati - Mahasastra - India dengan target 150.000 unit pertahun. Di Indonesia yang sempet punya pabrik di Pulogadung entah kenapa tutup milih jadi Importir  doang.

 Kuartet Jepang - udah pasti, mereka juga punya pabrik di India dengan pasar dalam  negeri dan ekspor termasuk ke Indonesia,  lengkapnya baca blog para fan boys merek kuartet Jepang aja , lebih sangar ulasannya.

LML awalnya berkolaborasi dengaan Piaggio, belakangan berpisah. Salah satu produk LML adalah Star 200 yang merupakan clone Vespa PX series.




Hero -Impulse
Belom lagi merek India yang lain kaya Hero, LML, Mahindra ,Tata, Royal Enfield (aslinya dari Inggris - tahun 1956 mulai dirakit , 1995 dibeli penuh Enfield of India yang berbasis di Chennai - Enslikopedi).

Sama-sama negara berkembang - Indonesia Merdeka duluan 1945 , India 1947. Kalo soal motor harus di akui India lebih maju.

Dalam Politik ada suara bilang mau pilih  gaya kepemimpinan  China atau Demokrasi ala India. Nampaknya dua negara tersebut mencapai kemajuan dan kemandiriannya masing-masing .

Barangkali Indonesia mesti mencari gayanya tersendiri  untuk kemajuan dan mandiri terutama di dunia Motor.......Dari berbagai sumber......semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment