Showing posts with label KTM-BajaJ. Show all posts
Showing posts with label KTM-BajaJ. Show all posts

Monday, August 5, 2013

2014 TVS RTR 250 FX - Moto-X dari India

2whelelsindia.com
Sebetulnya tahun lalu di India Auto Show Januari 2012  - New Delhi , Motor TVS RTR 250 FX ini telah ikut dipamerkan pada penghelatan tersebut. Kemunculan motor ini menegaskan bahwa TVS siap bersaing dengan produsen-produsen Dunia dan siap bermain di kelas  yang sering di sebut orang  sangat Segmented.

Di India sendiri motor ini mendahului kemunculan Motor Enduro / Motorcross - Low End Up to 250 cc  yang digadang- gadang  akan diproduksi kolaborasi Bajaj dan KTM

Entah sudah rencana atau suatu kebetulan, beberapa bulan kemudian TVS - India menandatangani kerjasama dengan BMW Motoradd - Divisi Motor dari Pabrik Mobil BMW German. Pabrikan motor BMW terkenal dengan motor-motor jelajahnya seperti F 650 GS. F 800 GS atau R1200 GS - seperti yang dipakai Kang JJ -  Jeffery Polnaja mengelilingi Dunia

2013 TVS RTR 250 FX ini bermesin satu silinder, 250 cc berpendingin cairan, 4 langkah 4 Valve. Garpu depan Upside Down dan Monoshock di belakang yang dilengkapi  mekanisme Link .  Pengunaan Rem cakram depan dan belakang. Ban diameter 21 inci depan dan 19 inci di belakang.  Belum ada rincian resmi  dari TVS mengenai motor ini. Namun Motor ini telah mengikuti berbagai kejuaraan Motorcross di India oleh Team BHP- India

Untuk harga, banyak media di india memperkirakan  sekitar R 1.20 Lakh atau sekitar 19 Juta rupiah, Barangkali kalo di rakit di Indonesia akan berkisar  antara 23-29 jutaan tergantung margin.imho  Khusus Indonesia, melihat komitmen TVS dengan Pabriknya, adalah suatu kesempatan besar bagi Publik untuk menikmati motor berkualitas dengan harga yang lebih  bersahabat;

Dengan adanya pabrik TVS di Indonesia dan kerjasama TVS dengan BMW Motoradd yang akan memfokuskan pengembangan motor dengan kapasitas di bawah 500cc , maka kemunculan TVS  RTR 250 FX dan motor TVS Apache RTR 250 Super Sport  ( full fairing) adalah bukan omong kosong.

 Barangkali  Januari 2014  di India Motor Show motor-motor ini akan memulai debutnya. Dan melihat ramainya kelas 250 cc di tanah air, maka sebagai Produsen kelas Dunia, tentu TVS akan membawanya juga  ke Indonesia dan membuat persaingan kelas Motor sport dan adventure semakin Meriang.  Semoga membawa pencerahan,,,,,,,dari Berbagai Sumber.

Selamat Hari Raya Idul Fitri- Mohon Maaf Lahir dan Batin.


Saturday, July 20, 2013

Mobil Murah dan Motor Sport 250cc - The Killing Fields

Datsun Go
Mobil murah selalu menarik dimana-mana. Bahkan media di negara-negara maju juga membahas fenomena ini dan memberi tekanan bagi produsen setempat bahwa bila di negara berkembang mereka bisa melakukannya kenapa tidak di negara-negara yang dikategorikan maju.Fenomena Datsun Go yang di India di jual 67 juta, Tata Nano diliepas 25- sampai 37 jeti dan santernya model kedua dari Datsun India diharapkan bisa dilepas sekitar 40 jeti

Terus apa hubungannya dengan Motor kelas Sport yang berada di segment semi premium 25-60 jeti dengan kapasitas mesin hingga 250cc khususnya di Indonesia. Memang saat ini belum ada kaitan langsung seperti pergeseran penjualan dari kelas ini karena banyak produsen lagi menunggu aturan LCGC-Low Cost Green Car.

Tergantung harga, apabila  harga Mobil Murah bermain dikisaran 50-90 Jeti, tentu masyarakat akan sangat antusias apalagi dengan embel-embel kredit. Mobil akan menjadi pilihan  pertama bagi pembeli first car yang beralih dari pengendara motor.

Pada saatnya Mobil Murah berproduksi di Indonesia, tentu akan terjadi pergeseran prioritas dimasyarakat penguna motor semi premium. karena tawaran berbagai kemudahan dan kenyamanan bermobil . Penjualan  motor-motor sport semi premium  yang bermain di skala harga 25 hingga 60 jeti diproyeksikan menurun . Motor-motor ini hanya akan menjadi incaran Hobbyist saja dan akan sulit mengejar volume. Imho

Namun sebaliknya karena faktor harga, keiritan dan kelincahan, motor-motor bebek dan skutik akan terus meningkat permintaannya, sekalipun mobil murah sudah berproduksi. Kelas harga motor yang terus berkembang pesat adalah mereka yang bermain di bawah 25 jeti, dimana pemakaiannya cenderung untuk Commuter dan Basic Transportation Needs saja.

Solusi cerdas adalah bagaimana membawa produksi motor kelas semi premium sedekat mungkin dengan target pasar. Kolaborasi Bajaj dan KTM di India bisa melahirkan motor -motor semi premium di kisaran  18 hingga 30 Jeti. Barangkali pola ini harus ditiru produsen motor di Indonesia , minimal mereka melakukan skema Completely Knock Down buat motor-motor semi premiumnya , supaya tetap volume penjualannya tercapai dan konsumen diuntungkan dengan harga yang lebih murah dari yamg berlaku sekarang, setidaknya pola CKD ini membuka lapangan pekerjaan baru, cmiiww.